RISDEM, Cianjur - Filsafat merupakan
suatu ilmu pengetahuan yang bersifat ekstensial artinya sangat erat berhubungan
dengan kehidupan kita sehari-hari. Bahkan, dapat dikatakan filsafatlah yang
menjadi motor penggerak kehidupan kita sehari-hari sebagai manusia pribadi
maupun sebagai manusia kolektif dalam bentuk suatu masyarakat atau bangsa.
Filsafat ilmu merupakan refleksi secara filsafati akan hakikat ilmu yang tidak
akan mengenal titik henti dalam menuju sasaran yang akan dicapai, yaitu
kebenaran dan kenyataan. Memahami filsafat ilmu berarti memahami seluk-beluk
ilmu pengetahuan sehingga segi-segi dan sendi-sendinya yang paling mendasar,
untuk dipahami pula perspektif ilmu, kemungkinan pengembangannya, serta
keterjalinannya antar cabang ilmu yang satu dengan yang lainnya. Pendekatan
penelitian yang peneliti gunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah
jenis penelitian
kepustakaan atau library research. Dapat disimpulkan bahwa filsafat
merupakan ilmu yang mempelajari dengan sungguhsungguh hakikat kebenaran segala
sesuatu. Ilmu merupakan metode berpikir secara obyektif dalam menggambarkan dan
memberi makna terhadap dunia fuktual dan berprinsip untuk mengorganisasikan dan
mensistematisasikan
PENDAHULUAN
Belajar filsafat memang bukan
hal yang mudah namun di lain pihak dapat dikatakan bahwa setiap orang
berfilsafat. Karena ia merefleksikan banyak hal. Dalam perbendaharaan ilmiah
didapat seribu satu macam pengertian filsafat sebab hampir setiap manusia
memiliki pengertian sendiri-sendiri. Salah satu alasan utama mengapa filsafat
dianggap sulit adalah kompleksitas ide dan bahasa yang digunakan. Banyak
pemikir filsafat terkadang menggunakan istilah dan konsep yang sulit dipahami
oleh orang awam. Selain itu filsafat juga sering dituduh sebagai pengetahuan
yang elit, karena digeluti oleh beberapa orang saja. Sehingga sering dianggap
asing oleh masyarakat umum. Di sisi lain, orang juga sering tidak menyadari
bahwa ia telah melakukan kegiatan berfilsafat. Hal ini dikarenakan manusia
tidak meluangkan waktu untuk mempertanyakan kembali apa saja yang ia ketahui
selama ini. Padahal kalau dicermati aktivitas berfilsafat merupakan bagian dari
proses berpikir yang alami. Setiap individu memiliki pertanyaan dan keraguan
dalam hidup. Dengan modal keraguan dalam pengetahuan yang dialami, hal tersebut
menjadi modal utama manusia dalam berfilsafat. Pertanyaanpertanyaan seputar “
mengapa saya di sini?” atau “ apa arti kebahagiaan?” pertanyaanpertanyaan
tersebut mencerminkan aktivitas filsafat. Hal ini juga mengindikasikan
berfilsafat merupakan refleksi kritis terhadap pengalaman hidup
sehari-hari.
METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini
menggunakan penelitian kepustakaan, maka bahan yang dikumpulkan adalah berupa
informasi atau data empirik yang bersumber dari buku-buku, jurnal, hasil
laporan penelitian resmi maupun ilmiah dan literatur lain yang menduung tema
penelitian ini. Studi kepustakaan juga dapat mempelajari beberbagai buku
referensi serta hasil penelitian sebelumnya yang sejenis yang berguna untuk
mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti .
Menurut Abdul Rahman Sholeh,
penelitian kepustakaan (library
research) ialah penelitian yang menggunakan cara untuk mendapatkan data
informasi dengan menempatkan fasilitas yang ada di perpus dan media sosial,
seperti buku, majalah, dokumen, catatan kisah-kisah Sejarah, jurnal . Studi
kepustakaan juga berarti teknik pengumpulan data dengan melakukan penelaahan
terhadap buku, literatur, catatan, serta berbagai laporan yang berkaitan dengan
masalah yang ingin dipecahkan. Sedangkan menurut ahli lain studi kepustakaan
merupakan kajian teoritis, referensi serta literatur ilmiah lainnya yang
berkaitan dengan budaya, nilai dan norma yang berkembang pada situasi sosial
yang diteliti.
HASIL
PENELITIAN
a) Pengertian Filsafat
Kata
filsafat berasal dari bahasa Yunani “philosophia”
dari kata “philos” artinya cinta dan “Sophia”
artinya pengetahuan yang bijaksana. Kemunculan filsafat pada abad ke 5 SM
merupakan pendobrakan terhadap zaman
mitos pada masa itu. Terjadi revolusi pemikiran terhadap dominasi
zaman mitos atas klaim kebenaran. Masa ini merupakan masa penting dimana akal
mulai digunakan dalam upaya mencari kebenaran, akal sebagai sarana mencari
kebenaran, akal sebagai sumber kebenaran. Sejarah pemikiran memasuki jaman baru
yaitu zaman
Logos. Filsafat dikatakan sebagai mother of perkembangannya science.
filsafat melahirkan cabang-cabang ilmu, yang berkembang menjadi ranting-ranting
ilmu, sub-ranting ilmu. Dalam perkembangannya ilmu menjadi semakin spesifik dan
teknis yang bergerak sendiri-sendiri yang tidak saling menyapa. Dalam
perkembangannya banyak sekali permasalahan mendasar muncul yang menyebabkan
ilmu semakin jauh dari hakekatnya. Para filsuf dan ahli filsafat itu
mendefinisikan tentang filsafat sebagai berikut.:
1). Pythagoras (572-497
SM).
Dalam tradisi filsafat zaman
yunani kuno Pythagoras adalah orang yang pertama-tama memperkenalkan istilah
phylosophia, yang kemudian dikenal dengan istilah filsafat.Pythagoras
memberikan definisi filsafat sebagai the love of wisdom.Menurutnya, manusia
yang paling tinggi nilainya adalah manusia pecinta kebijakan (lover of wisdom),
sedangkan yang dimaksud dengan wisdom adalah kegiatan melakukan perenungan
tentang Tuhan.Pythagoras sendiri menganggap kebijakan yang sesungguhnya hanya
dimiliki Tuhan semata-mata.
2). Socrates (469-399
SM).Ia adalah seorang filosof dalam bidang moral yang terkemuka setelah Thales
pada zaman Yunani Kuno. Socrates memahami bahwa filsafat adalah suatu
peninjauan diri yang bersifat reflektif atau perenungan terhadap asas-asas dari
kehidupan yang adil dan bahagia (principles of the just and happy life).
3). Plato (427-347
SM). Seorang sahabat dan murid Socrates ini telah mengubah pengertian kearifan
(sophia) yang semula berkaitan dengan soal-soal praktis dalam kehidupan menjadi
pemahaman intelektual. Menurutnya, filsafat adalah pengetahuan yang berminat
mencapai kebenaran yang asli. Dalam Republika, Plato menegaskan bahwa para filosof
adalah pecinta pandangan tentang kebenaran (vision of the truth). Dalam
pencarian terhadap kebenaran tersebut, filosof yang dapat menemukan dan
menangkap pengetahuan mengenai ide yang abadi dan tak pernah berubah.Dalam
konsepsi Plato, filsafat merupakan pencarian yang bersifat spekulatif atau
perekaan terhadap keseluruhan kebenaran. Maka filsafat Plato kemudian dikenal
dengan nama Filsafat spekulatif.
4). Aristoteles (384-332
SM).Aristoteles adalah seorang murid Plato yang terkemuka.Dalam pandangannya,
seringkali Aristoteles bersebrangan dengan pendapat gurunya, namun pada
prinsipnya, Aristoteles mengembalikan paham-paham yang dikemukakan oleh gurunya
tersebut. Berkenaan dengan pengertian filsafat, Aristoteles mengemukakan bahwa
sophia (kearifan) merupakan kebajikan intelektual tertinggi. Sedangkan
philosophia merupakan padanan kata dari episteme dalam arti suatu kumpulan
teratur pengetahuan rasional mengenai sesuatu objek yang sesuai.Adapun
pengertian filsafat menurut Aristoteles, adalah ilmupengetahuan yang meliputi
kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu metafisika, logika, retorika, etika,
ekonomi, politik dan estetika.
5). Al-Kindi (801-873 M). ia adalah
seorang filosof muslim pertama. Menurutnya filsafat adalah pengetahuan tentang
hakikat segala sesuatu dalam batas-batas kemampuan manusia, karena tujuan para
filosif dalam berteori adalah mencari kebenaran, maka dalam praktiknya pun
harus menyesuaikan dengan kebenaran pula..
6). Al-Farabi (870-890 M) menurutnya filsafat adalah ilmu
yang menyelididki hakikat yang sebenarnya dari segala yang ada
(al-maujuda).
7). Cicerio (106—43 SM)
Filsafat ialah induk dari segala ilmu pengetahuan, sesuatu yang diciptakan
Tuhan.
Dari beberapa pengertian di
atas dapat disimpulkan bahwa filsafat menurut kalangan filsuf sebagai
berikut:
a) Pengetahuan
yang berupaya menyajikan suatu pandangan sistematik dan integral tentang
seluruh realitas.
b) Pengetahuan
yang berupaya untuk menemukan hakikat realitas akhir dan mendasar secara
nyata.
c) Pengetahuan
yang berupaya untuk menentukan batasbatas danjangkauan pengetahuan sumber daya,
hakikat, keabsahan dan nilainya.
d) Penyelidikan
kritis atas pengandaian-pengandaian dan pernyataan-pernyataan yang diajukan
oleh berbagai bidang pengetahuan.
e) Pengetahuan
yang berupaya untuk membantu Anda melihat apa yang Anda katakan dan untuk
menyatakan apa yang Anda lihat.
Selain itu para ahli filsafat
juga mendefinisikan filsafat dari titik tolak atau sudut pandangan yang berbeda
sesuai dengan latar belakang dan merumuskan tentang filsafat secara
berbedabeda. Setiap sudut pandangan yang digunakan para filsuf tidaklah
bertentangan satu sama lain melainkan mereka saling melengkapi kepentingannya
masing-masing. Dengan perbedaan latar belakang yang mereka miliki. Dan jika
ditelaah pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa filsafat pada
dasarnya adalah kegiataan berpikir yang sistematis, menyeluruh, logis, dan
radikal. Kita akan bahas satu persatu tentang makna berpikir dalam konteks
filsafat, sistematis, menyeluruh, logis, dan radikal. Berfikir radikal,
berpikir sampai ke akar-akarnya, tidak tanggung- tanggung, sampai kepada
konsekuensinya yang terakhir. Berfikir sistematis ialah berfikir logis, yang
bergerak selangkah demi selangkah dengan penuh kesadaran dengan urutan yang
bertanggungjawab dan saling hubungan yang teratur. Berfikir universal atau
menyeluruh tidak berfikir khusus, terbatas pada bagian-bagian tertentu, tapi
mencakup.
b) Cabang-cabang Filsafat
Filsafat merupakan
induk dari segala ilmu pengetahuan, sehingga ilmu-ilmu yang lain merupakan anak
dari filsafat itu sendiri. Filsafat merupakan bidang studi yang memiliki
cakupan yag sangat luas, sehingga diperlukan pembagian yang kecil lagi.
Meskipun demikian dalam hal pembagian lapangan-lapangan atau cabang-cabang
filsafat ini masing-masing tokoh memiliki metode yang berbeda dalam melakukan
penghimpunan terhadap lapangan-lapangan pembicaraan kefilsafatan.
Plato membagi lapangan filsafat
ke dalam tiga macam yaitu:
1). Dialektika, dialektika
adalah cabang filsafat yang membicarakan persoalan ide-ide atau pengertian
umum.
2). Fisika, fisika merupakan
cabang filsafat yang didalamnya mengandung atau membicarakan persoalan
materi.
3). Etika, etika adalah cabang
filsafat yang di dalamnya mengandung atau membicarakan persoalan baik dan
buruk.
Adapun menurut aristoteles,
pembagian filsafat dibagi kedalam empat cabang, yaitu:
1). Logika, logika adalah ilmu
pendahuluan bagi filsafat, atau ilmu yang mendasari dalam memahami
filsafat.
2). Filsafat teoritis atau filsafat nazariah, di dalamnya
tercakup ilmu-ilmu lainyang sangat penting seperti ilmu fisika, ilmu
matematika, dan ilmu metafisika. Bagi aristotelesilmu matematika inilah yang
menjadi inti atau menjadi bagian yang paling utama dalam filsafat.
3). Filsafat praktis atau
filsafat alamiah, di dalamnya tercakup tiga macam ilmu yang tidak kalah
pentingnya, yaitu ilmu etika yang mengatur kesusilaan dan kebahagiaan dalam
perorangan. Ilmu ekonomi yang mengatur kesusilaan dan kemakmuran dalam keluarga
(rumah tangga). Ilmu politik, yang mengatur kesusilaan dan kemakmuran dalam
Negara.
4). Filsafat poetika, merupakan
filsafat kesenian, yakni filsafat yang membicarakan tentang keindahan,
pengertian seni, penggolongan seni, nilai seni, aliran dalam seni, dan teori
penciptaan dalam seni.
c) Fungsi Filsafat dalam
kehidupan
a. Filsafat sebagai
Alat Berpikir Kritis.
Salah satu
kontribusi utama filsafat adalah melatih kemampuan berpikir kritis. Kemampuan
ini penting untuk menganalisis informasi, membedakan antara fakta dan opini,
serta membuat keputusan yang rasional. Studi yang dilakukan oleh Facione (2011)
menunjukkan bahwa pelatihan berpikir kritis yang berbasis filsafat dapat
meningkatkan kemampuan analisis seseorang hingga 30% dalam kurun waktu enam
bulan. Di era informasi seperti sekarang, di mana hoax berserakan di mana-mana
dan informasi menyesatkan kian menjamur, kemampuan berpikir kritis yang
berbasis filsafat sangat diperlukan demi terbebas dari hal tersebut. Oleh
karenanya, dengan memahami konsep-konsep dasar logika dan argumentasi,
seseorang dapat menilai validitas sebuah klaim dan menghindari manipulasi informasi.
b. Fungsi Filsafat
dalam Etika dan Moralitas.
Filsafat juga membantu
individu merenung-insyafi prinsip-prinsip moral. Misalnya, teoriteori etika
seperti etika kebajikan memberikan bingkai kerja untuk menilai apakah tindakan
tertentu benar atau salah. Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan etika sangat
urgen dalam pengambilan keputusan, baik dalam konteks personal maupun
kolektif. Sebagai contoh, seorang santri mendapati sebuah dilema
antara berbakti kepada orang tua di mana sedang sakit di rumah sementara ia
mempunyai kewajiban di pondok pesantren untuk belajar dan mengabdi kepada
kiainya. Dengan menggunakan pendekatan etika filosofis, santri tersebut dapat
mempertimbangkan berbagai perspektif untuk mencapai keputusan yang adil dan
objektif, di satu sisi ia tetap berbakti pada orang tua dan di sisi lain ia pun
bisa mengabdi pada sang kiai.
c. Fungsi Filsafat
dan Pemaknaan Hidup
Salah
satu jasa filsafat yang paling penting adalah membantu individu menemukan makna
dan tujuan hidup. Victor Frankl dalam bukunya Man’s
Search for Meaning (2006) pada halaman 99-101, dia menekankan bahwa
pencarian makna adalah kebutuhan fundamental manusia. Filsafat
eksistensialisme, misalnya, mengajarkan bahwa manusia memiliki kebebasan untuk
menciptakan makna hidupnya sendiri melalui tindakan dan pilihan. Dalam
praktiknya, refleksi filosofis dapat membantu seseorang menghadapi situasi
sulit seperti kehilangan seseorang atau yang dianggap berharga, kegagalan dalam
menghadapi persoalan, atau ketidakpastian dalam hidupnya. Dengan merenungkan
pertanyaan-pertanyaan mendalam, seseorang dapat menemukan kekuatan untuk
melanjutkan hidup dengan lebih optimis.
Kesimpulannya
Filsafat tidak hanya sebuah disiplin akademik, tetapi juga alat praktis yang
dapat membantu seorang manusia menjalani kehidupan dengan lebih baik. Melalui
pengembangan kemampuan berpikir kritis, pemahaman etika, dan pencarian makna
hidup, filsafat dapat menjadi rambu-rambu dalam menghadapi “perjalanan”
kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk
mengapresiasi dan mempraktikkan filsafat dalam kehidupan mereka. Filsafat
membantu kita memahami bahwa sesuatu tidak selalu tampak seperti apa adanya.
Filsafat membantu kita mengerti tentang diri kita sendiri dan dunia kita.
Karena filsafat mengajarkan bagaimana kita bergulat dengan
pertanyaan-pertanyaan mendasar karena filsafat membuat kita lebih kritis.
Karena dari makna filsafat itu sendiri merupakan pengetahuan dan penyelidikan
dengan akal budi mengenai sebab, asas, hukum dan sebagainya dari pada segala
yang ada dalam alam semesta atau mengetahui kebenaran dan arti “adanya”
sesuatu. Sehingga filsafat berperan bagi manusia yaitu sebagai pembebas pikiran
manusia. Pembebasan disini membimbing manusia untukberpikir lebih jauh, lebih
mendalam dan lebih kritis terhadap segala hal sehingga manusia bisa mendapatkan
kejelasan dan keterangan atas seluruh kenyataan sebagai suatu misal selalu
berpikir konseptual. Jadi apa yang sudah direncanakan dan dipikirkan dengan
matang serta memiliki konsep kedepannya misalnya ketika sudah memutuskan untuk
kuliah disuatu jurusan. Karena dalam filsafat pendidikan memberikan pondasi
tanggung jawab kepada calon-calon guru tentang hakekat setiap praktek
pembelajaran di sekolah. Untuk itu kajian filsafat melatih mereka untuk
memikirkan setiap apa yang harus dilakukan dan alasan-alasannya. Halnya
meliputi mempelajari filsafat manusia adalah membutuhkan pemahaman manusia
secara menyeluruh, sehingga memudahkan mengambil keputusan praktis atau
menjalankan aktifitas sehari-hari dimana filsafat memiliki kontribusi yang
besar terhadap peradaban manusia, karena filsafat dapat membantu manusia
memahami dunia dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan fundamental
tentang hakekat kehidupan, kebenaran dan keadilan. Halnya filsafat diartikan
sebagai pandangan hidup karena filsafat pada hakekatnya bersumber pada hakekat
kodrat pribadi manusia sebagai makhluk individu, makhluk sosial sekaligus
makhluk Tuhan.
KESIMPULAN
1) filsafat
adalah ilmu-ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu yang adasecara
mendalam dengan mempergunakan akal sampai pada hakikatnya. Filsafat
tidak mempersoalkan tentang gejala-gejala
atau fenomena, tetapi mencarihakikat dari suatu gejala atau
fenomena.
2) Cabang-cabang
Filsafat menurut Plato terbagi menjadi 3 cabang yaitu: Dialektika, Fisika,
Etika. Sedangkan menurut Aristoteles, Filsafat dibagi kedalam 4 cabang yaitu:
Logika, Filsafat teoritis, Filsafat alamiah, Filsafat poetika
3) Manfaat studi filsafat antara lain:
mandiri secara intelektual, membebaskan manusia dari berfikir
mistis, merasakan metodologi akan penelitian yang benar pada sebuah persoalan,
menciptakan karakter manusia yang bertanggung jawab.
SARAN
Mengingat
penelitian ini masih menggunakan metode survei cross-sectional, penelitian
lanjutan diharapkan dapat menggunakan pendekatan longitudinal untuk mengamati
stabilitas atau perubahan hasil temuan seiring berjalannya waktu, sehingga
dapat memperkuat bukti kausalitas.
DAFTAR
PUSTAKA
Sri Rahayu Wilujeng. FILSAFAT,
ETIKADAN ILMU: Upaya Memahami Hakikat Ilmu dalam Konteks Keindonesiaan. UNDIP
E-JOURNAL SYSTEM 5313-11601-1-SM
Sudur, Ahmad Syukri,
Badarussyamsi(2024). Filsafat Ilmu Dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Journal
Genta Mulia Volume 15, Number 2 pp. 34-47 P-ISSN 23016671 E-ISSN:
2580-6416.
Suranto (2024). Filsafat
Sebagai Ilmu Kritis Dan Perannya Dalam Kehidupan Manusia Jawa Dwipa Jurnal
Penelitian dan Penjaminan Mutu. Volume 5 Nomor 2 E-ISSN: 2723-3731.
Aris Dwi Cahyono (2021). (Library research) Peranan Pengembangan Manajemen Kinerja Tenaga Administrasi Kesehatan Terhadap Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas. Jurnal ilmiah pemenang, 2716-0483.
Note : Segala
bentuk tanggung jawab yang timbul dari tulisan ini merupakan tanggung jawab
penulis. Di tulis oleh : Maspuroh1,
Sahla Intan Nursabila2, Siti Selviani Saputri3, Risman
Munandar4 IAI Al-Azhary, Fakultas Tarbiyah, Program Studi
Pendidikan Agama Islam
.png)
.png)


.png)