Pimpinan Pusat Persatuan Ummat Islam (PP PUI) mengusulkan KH Abdul Halim menjadi nama Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Kabupaten Majalengka.

RISDEM - CIANJUR, Hal itu disampaikan Ketua Umum PUI, KH Nurhasan Zaidi, saat upacara peringatan Milad ke-106 tahun PUI di Pesantren Darul Ulum Majalengka, Kamis (21/12/2023). Selain di Majalengka, PUI menggelar upacara serupa di lebih dari 1.000 sekolah yang tersebar di Jawa Barat dan seluruh Indonesia dengan tema besar "Pendidikan dan Da'wah PUI untuk Kemajuan Indonesia".

Dan untuk PUI kabupaten Cianjur sendiri, pada waktu yang sama Apel digelar di KOMPLEK YAYASAN MA'HAD IZZUL ISLAM CIANJUR yang diikuti oleh seluruh elemen PUI Cianjur yaitu: Pemuda PUI, HIMA (Himpunan Mahasiswa) PUI, HIJAR (Himpunan Pelajar PUI), Wanita PUI, Brigade Intisab dan kader PUI.

"Alhamdulillah pada hari ini tanggal 21 desember bertepatan dengan milad PUI yang ke 106 tahun satu abad lebih kita dari pengurus pemuda PUI yang dibawah otonom PD PUI cianjur telah selesai melaksanakan apel milad yang merupakan rangkaian milad PUI yang ke 106 tahun, mudah mudahan terus memberikan manfaat untuk masyarakat terutama didalam pendidikan dan dakwah, selanjutnya rangkaian acara dilanjutkan dengan ta'lim Islah (pengajian) dengan judul Islahul Ummah wal Mujtama' (perbaikan ummat dan masyarakat) bagaimana masyarakat PUI khususnya cianjur menanggapi pemilihan Pileg dan Pilpres pada tahun 2024 mendatang, ujar Fadlurachman ketua umum pemuda PUI kabupaten cianjur.

Pengisi materi pada kesempatan ini yaitu KH. Moh. Wawan Ridwan, S.Sy., MM. Muassis Yayasan Ma'had Izzul Islam dan Ketua Dewan Pertimbangan PUI Kabupaten Cianjur membahas bagaimana pentingnya memilih seorang pemimpin/presiden atau wakil masyarakat di legislatif sehingga apapun kegiatan yg dilakukan oleh kita dapat bernilai ibadah. salah satu hal yg wajib sepeninggalnya Rosulullah SAW adalah mengangkat pemimpin dalam kitab

Al ahkamussultoniyyah karya imam mawardi

Syarat pemimpin: 

1. Laki-laki

2. Baligh

3. Berakal

4. Merdeka (tidak dalam tekanan)

5. Adil 

6. Kewaspadaan / pemikiran jauh / visioner

7. Gagah / berani 

8. Quraisy (tidak dipakai)/bisa dimaknai harus penduduk asli

9. Alim (berilmu)

10. Mujahid (sungguh sungguh)

Sikap politik PUI sangat jelas komitmen terhadap kebangsaan, Falsafah Pancasila, NKRI, bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945, juga dari Pengurus Pusat tidak mewajibkan atau mengarahkan organisasi ke salah satu calon, tetapi masyarakat PUI wajib mengetahui dan faham bagaimana caranya memilih seorang pemimpin itu dan mempersilahkan berkeyakinan masing-masing. 

Milad PUI yang ke 106 tahun di Cianjur dihadiri oleh: bupati kabupaten cianjur yang mewakili, ketua MUI kabupaten cianjur, dandim 0608 cianjur yang mewakili, kapolres cianjur yang mewakili, kasdim cianjur, kepala kemenag kab cianjur, kepala kesbangpol cianjur, kepala kesra sekda kab cianjur, ketua baznas kabupaten cianjur dan para ketua ormas islam. 

Note: Release ini ditulis oleh Abdul Salas, Kabid Kaderisasi Hima PUI Cabang Cianjur. Segala bentuk tanggung jawab yang timbul dari tulisan ini merupakan tanggung jawab penulis.

MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL MELALUI PENINGKATAN KUALITAS PANGAN DI LEVEL DESA

RISDEM, Bandung - Ketahanan pangan merupakan hal yang penting dan strategis, karena berdasarkan beberapa negara menunjukan bahwa tidak ada satu negara pun yang dapat melaksanakan pembangunan secara mantap sebelum mampu mewujudkan ketahanan pangan terlebih dahulu.

Setiap negara membutuhkan pangan untuk masyarakatnya bisa bertahan hidup, dalam memenuhi kebutuhannya. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamankan bahwa pemerintah bersama masyarakat mewujudkan ketahanan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang banyak dan tingkat pertumbuhannya yang tinggi, maka upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan merupakan tantangan yang harus mendapatkan prioritas untuk kesejahteraan bangsa.

Karena harus ada lembaga yang mengatur ketersediaan, stabilitas dan pola konsumsinya. Indonesia merupakan salah satu negara yang memperhatikan pangan dari masyarakatnya, melalui Perpres No 66 Tahun 2021 pemerintah membentuk Badan Pangan Nasional. Dalam kita perlu mengetahui arti, aspek, tujuan dan faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan.

Arti Ketahanan Pangan

Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi semua orang dan negara setiap saat tercermin dari makanan bergizi, aman, bermutu, beragam, bergizi, terjangkau dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat.

Arti Ketahanan Pangan menurut para ahli sebagai berikut:

1. United Nations’ Committee on World Foods Security Komite PBB tentang Ketahanan Pangan Dunia: Ketahanan pangan adalah semua orang setiap saat memiliki akses fisik, sosial, dan ekonomi ke pangan yang cukup, aman, dan bergizi yang memenuhi preferensi pangan dan kebutuhan pangan mereka.

2. Food and Agriculture Organization (1997): Ketahanan pangan adalah sebagai suatu kondisi dimana semua rumah tangga memiliki akses secara fisik maupun ekonomi. untuk mendapatkan pangan bagi seluruh anggota keluarganya, dimana rumah tangga tidak beresiko mengalami kehilangan kedua akses tersebut.

3. Menurut Undang- Undang Nomer 18 Tahun 2012: Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

4. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2015: Ketahanan Pangan dan Gizi adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan Pangan dan Gizi bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, memenuhi kecukupan gizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk mewujudkan status gizi yang baik agar dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Tujuan Ketahanan Pangan

Undang-undang nomor 18 tahun 2012 pasal 4 Penyelenggaraan Pangan bertujuan untuk:

a. meningkatkan kemampuan memproduksi Pangan secara mandiri;

b. menyediakan Pangan yang beraneka ragam dan memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan Gizi bagi konsumsi masyarakat;

c. mewujudkan tingkat kecukupan Pangan, terutama Pangan Pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat;

d. mempermudah atau meningkatkan akses Pangan bagi masyarakat, terutama masyarakat rawan Pangan dan Gizi;

e. meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas Pangan di pasar dalam negeri dan luar negeri;

f. meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang Pangan yang aman, bermutu, dan bergizi bagi konsumsi masyarakat;

g. meningkatkan kesejahteraan bagi Petani, Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Pelaku Usaha Pangan;

Faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan:

Faktor yang mempengaruhi ketahanan panga antara lain

1. Iklim atau Cuaca

Perubahan cuaca dan pemasanan global selama beberapa tahun ini mempengaruhi penurunan produksi pertanian terutama komoditi padi. Temperatur yang tinggi dan curah hujan yang tidak diandalkan sehingga menjadi sulit bagi petani untuk bertani di lahan yang sudah berjuang untuk bertahan hidup.

2. Teknologi

Peningkatan teknologi telah meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam budidaya pertanian atau proses pengolahan pangan yang lebih sehat dan praktis. Penggunaan teknologi dapat digunakan pada saat proses tanam, masa panen hingga pengolahan komoditas pangan. Tidak sampai di situ saja teknologi pertanian juga digunakan dalam hal sistem penyimpanan hasil produksi pangan yang tepat. Tujuannya adalah agar tanaman dan komoditas pangan aman selama proses pendistribusian dan digunakan oleh masyarakat. Teknologi dalam rekayasa pangan juga diperlukan dalam hal ini untuk mengembangkan varietas unggul dalam pengadaan komoditas pangan.

3. Lahan Pertanian

Luas lahan pertanian salah satu faktor yang memadai dapat memungkinkan

produktivitas komoditas pangan tercukupi. Sebaliknya, jika lahan ini semakin menurun maka stabilitas pangan juga dapat terganggu.

*Opini ditulis oleh Edwin Nursalam, sebagai resensi dari materi yang disampaikan oleh Bapak Ari (Manager Bulug Provinsi Jawa Barat) dalam forum LK III Badko HMI Jabar 2023. 

MENGENTASKAN MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL HINGGA KE PELOSOK INDONESIA

RISDEM, Bandung - Para ulama membahas isu “Tidak ada yang tertinggal”: Mengurangi tantangan perlindungan sosial di daerah terpencil di Indonesia. Perdebatan ini penting karena jaminan sosial di Indonesia masih belum optimal.

Jaminan sosial mengacu pada kondisi di mana individu, keluarga dan masyarakat secara keseluruhan dapat menikmati standar hidup yang layak, aman dan bermartabat. Hal ini mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, perumahan, keamanan dan kualitas lingkungan.

 Konsep “No One Left Behind” mengacu pada tekad untuk memastikan seluruh warga negara Indonesia, tanpa kecuali, memiliki akses yang sama terhadap sumber daya dan layanan yang mendukung kesejahteraan sosial mereka. Artikel ini menjelaskan bagaimana Indonesia dapat mengatasi tantangan perlindungan sosial di wilayah terpencil melalui pendekatan komprehensif yang mencakup seluruh lapisan masyarakat.

Indonesia adalah negara dengan keberagaman yang menghadapi banyak tantangan jaminan sosial, termasuk kemiskinan, kesenjangan dan ketidakadilan. Beberapa daerah, terutama di daerah terpencil di Indonesia, masih menghadapi tantangan dalam mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial. Meningkatnya kesenjangan sosial telah menjadi permasalahan serius yang perlu diatasi.

Beberapa permasalahan yang perlu diatasi dalam upaya “No One Left Behind” di Indonesia antara lain:

1. Ketimpangan akses:

Bagaimana memastikan bahwa semua orang, termasuk masyarakat di daerah terpencil, memiliki akses yang sama terhadap layanan perlindungan sosial.

2. Pengentasan kemiskinan:

Bagaimana menciptakan program dan kebijakan yang efektif untuk mengentaskan kemiskinan di seluruh lapisan masyarakat.

3. Pendidikan inklusif:

Bagaimana meningkatkan akses terhadap pendidikan berkualitas bagi semua anak, termasuk anak-anak dari kelompok rentan.

4. Pemberdayaan ekonomi:

Bagaimana memberdayakan perekonomian lokal di daerah terpencil untuk mengurangi kesenjangan ekonomi.

*Opini ditulis oleh Edwin Nursalam, sebagai resensi dari materi yang disampaikan oleh Wiwit Widiansyah dalam forum LK III Badko HMI Jabar 2023. 

MEGA PROYEK JANGKA PANJANG NEGARA

RISDEM, Bandung – Contoh Program Pembangunan Ekonomi di Indonesia berbasis pengembangan wilayah, khususnya transformasi infrastruktur adalah prioritisasi program/proyek infrastruktur yakni melalui Proyek Strategis Nasional (PSN).

Pembangunan ekonomi di Indonesia dapat diartikan sebagai suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan per kapita dengan memperhitungkan adanya pertumbuhan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.

Pembangunan ekonomi di Indonesia didukung dengan penggunaan teknologi, penanaman modal, peningkatan keterampilan, penambahan pengetahuan, serta kemampuan organisasi. Terdapat beberapa elemen penting dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, yaitu pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur, dan pengembangan sektor ekonomi.

Contoh Program Pembangunan Ekonomi di Indonesia

Berikut adalah beberapa contoh program pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia:

1. Proyek Strategis Nasional (PSN)

Pemerintah Indonesia mendorong pengembangan PSN prioritas di berbagai wilayah untuk memeratakan pembangunan ekonomi di Indonesia. Saat ini, pemerintah tengah berusaha menyelesaikan 200 Proyek Strategis Nasional dan 12 Program Strategis Nasional.

2. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)

RPJPN adalah rencana yang paling penting secara hirarkis dan mencakup periode 2005 hingga 2025. RPJPN bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan perencanaan dalam pembangunan ekonomi di Indonesia.

3. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

MP3EI adalah rencana strategis untuk mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi di Indonesia. MP3EI bertujuan untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

4. Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Program ini diluncurkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2020 untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian nasional. Program ini meliputi kebijakan fiskal dan moneter yang komprehensif serta alokasi dana APBN.

5. Program Ekonomi Kerakyatan

Program ini bertujuan untuk mengembangkan masyarakat pedesaan dengan mensinergikan berbagai program yang bertujuan mengembangkan masyarakat pedesaan. Program ini melibatkan berbagai kementerian seperti Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Keuangan, Menteri BUMN, Menteri Komunikasi dan Informatika serta Bank Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga memiliki berbagai program lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan pembangunan ekonomi di Indonesia, seperti program pengembangan sektor industri dan pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan infrastruktur.

*Opini ditulis oleh Edwin Nursalam, sebagai resensi dari materi yang disampaikan oleh Redma Gita Wirawasta dalam forum LK III Badko HMI Jabar 2023. 

DEGRADASI MORAL DAN INTELEKTUAL


RISDEM, Bandung – Indonesia lahir atas perjuangan yang panjang, pahlawan Bangsa ini tidak pernah meminta untuk dipuji atau diagung-agungkan dan dianggap sebagai  perebut kemerdekaan, keinginan besar mereka hanyalah bagaimana generasi Bangsa ini dapat terus menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun pertanyaan besar timbul dibenak saya, pernah tidak kita semua berkontenplasi atas kondisi Negara yang sama – sama kita cintai…? Sungguh ironi, kondisi bangsa semakin memprihatinkan, kriminalisasi setiap hari terjadi, kekerasan seksual menjadi tren, minuman beralkohol menjadi konsumsi harian, kemiskinan, kebodohan, dan korupsi, sampai saat ini belum ada yang bisa memberikan solusi atas kondisi sosial yang buruk ini, malah dari hari ke hari semakin memprihatinkan.

Apakah kita menyalahkan pemerintah..? Apakah kita menyalakan masyarakat…? Apakah kita menyalahkan system…?, melalui tulisan ini saya mengajak kita semua untuk kembali berpikir, jangan ada kata saling menyalahkan atas kondisi yang terjadi ; diri kita sendirilah yang membuat bangsa ini semakin terpuruk, diakui atau tidak, inilah yang terjadi ; Pejabat di Negeri ini tidak pernah menyatu untuk membangun bangsa, malah saling menyalahkan dan menghujat dan menganggap diri sendirilah yang paling benar, kodisi ini semakin diperparah dengan memudarnya kesadaran masyarakat atas kondisi yang terjadinya.

Indonesia lahir atas perjuangan yang panjang, pahlawan Bangsa ini tidak pernah meminta untuk dipuji atau diagung-agungkan dan dianggap sebagai perebut kemerdekaan, keinginan besar mereka hanyalah bagaimana generasi Bangsa ini dapat terus menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun pertanyaan besar timbul dibenak saya, pernah tidak kita semua berkontenplasi atas kondisi Negara yang sama – sama kita cintai…? Sungguh ironi, kondisi bangsa semakin memprihatinkan, kriminalisasi setiap hari terjadi, kekerasan seksual menjadi tren, minuman beralkohol menjadi konsumsi harian, kemiskinan, kebodohan, dan korupsi, sampai saat ini belum ada yang bisa memberikan solusi atas kondisi sosial yang buruk ini, malah dari hari ke hari semakin memprihatinkan.

Apakah kita menyalahkan pemerintah..? Apakah kita menyalakan masyarakat…? Apakah kita menyalahkan system…?, melalui tulisan ini saya mengajak kita semua untuk kembali berpikir, jangan ada kata saling menyalahkan atas kondisi yang terjadi ; diri kita sendirilah yang membuat bangsa ini semakin terpuruk, diakui atau tidak, inilah yang terjadi ; Pejabat di Negeri ini tidak pernah menyatu untuk membangun bangsa, malah saling menyalahkan dan menghujat dan menganggap diri sendirilah yang paling benar, kodisi ini semakin diperparah dengan memudarnya kesadaran masyarakat atas kondisi yang terjadinya.

Tulisan sederhana ini kembali mengingatkan kepada kita semua, bahwa saat ini kita mengalami tantangan besar yaitu ; Degradasi Intelektual dan Degradasi Moralbagi penurus warisan kemerdekaan, baik pejabat, masyarakat bahkan hal ini sudah menular di kaum muda yang merupakan pemegang tongkat estapet Bangsa ini. Degradasi intelktual membuat Stok Sumber Daya Manusia yang berkualitas semakin berkurang, sehingga kita akan terus kalah bersaing, akibatnya Negara kita terus menjadi Negara pendonor bagi Negara lain, Degradasi Moral yang melanda penerus Bangsa ini juga semakin memperburuk keadaan, kaum muda yang seharusnya menjadi harapan bangsa selanjutnya, malah semakin apatis dan terlena dalam pergaulan bebas dan tidak mau mempersiapkan diri untuk menjadi penerus warisan kemerdekaan.

Namun sejatinya, mahasiswa itu menjadi benteng terakhir dan itulah yang sangat diharapkan. orang muda yang harusnya memilih idealisme, bukan berarti dia tidak mendukung pemerintah, tapi tetap berada pada posisi intelektual yang berani mengatakan, benar kalau itu benar dan salah kalau itu salah.

“Itu yang kita harapkan, jadi idealisme itu adalah, sisi yang harus ada dalam pemuda, tapi sekarang semua kita mau yang pragmatis dan instan, yang penting kita eksis dan dikenal. Semua melakukan itu yang pada akhirnya berebut, sementara ruangnya sedikit, tapi keinginan untuk populer dan dianggap itu sangat tinggi.

*Opini ditulis oleh Edwin Nursalam, sebagai resensi dari materi yang disampaikan oleh Asep Lukman dalam forum LK III Badko HMI Jabar 2023. 

MENAKAR POTENSI DAN TANTANGAN INDONESIA DARI BERBAGAI ARAH

RISDEM, Bandung - Indonesia sebagai negara yang besar dan beragam, memiliki potensi dan tantangan yang berasal dari berbagai arah politik. Berikut adalah beberapa aspek kunci yang perlu diperhatikan:

Potensi:

Demokrasi yang Berkembang: Indonesia telah berhasil menjalankan demokrasi yang semakin matang dengan pemilihan umum yang reguler. Ini menciptakan stabilitas politik dan memberikan warga lebih banyak kontrol atas pemerintahan mereka.

Keanekaragaman Budaya dan Agama: Keanekaragaman budaya dan agama di Indonesia dapat menjadi sumber kekuatan, mempromosikan toleransi, pluralisme, dan keragaman dalam masyarakat.

Sumber Daya Alam: Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, termasuk tambang, kehutanan, pertanian, dan energi terbarukan. Hal ini memberikan potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik.

Peran di Kawasan: Indonesia memainkan peran penting dalam ASEAN dan dalam diplomasi regional, sehingga memiliki potensi untuk mempengaruhi kebijakan dan hubungan regional.

Tantangan:

Korupsi: Korupsi masih menjadi masalah serius di berbagai tingkatan pemerintah, yang dapat merusak perkembangan ekonomi dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Kesenjangan Sosial dan Ekonomi: Meskipun ekonomi tumbuh, kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin masih menjadi masalah serius di Indonesia.

Isu Lingkungan: Pengelolaan lingkungan dan masalah seperti deforestasi, polusi, dan perubahan iklim merupakan tantangan yang memerlukan perhatian lebih serius.

Ekstremisme dan Radikalisme: Indonesia menghadapi ancaman ekstremisme dan radikalisme, yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan politik.

Hubungan Antaragama dan Suku: Konflik agama dan etnis masih ada di beberapa daerah, dan perlu upaya lebih lanjut untuk mempromosikan rekonsiliasi dan perdamaian.

*Opini ditulis oleh Edwin Nursalam, sebagai resensi dari materi yang disampaikan oleh Fajar R. Zulkarnaen dalam forum LK III Badko HMI Jabar 2023. 

PENGARUH IDEOPOL TERHADAP ARAH KEBIJAKAN SOSIAL DI INDONESIA


RISDEM, Bandung - Pengaruh Ideologi Politik (IDEOPOL) terhadap arah kebijakan sosial di Indonesia merupakan hal yang sangat signifikan. Ideologi politik yang dianut oleh pemerintah dan partai politik memiliki dampak langsung pada kebijakan sosial yang diimplementasikan di negara ini. Berikut adalah beberapa aspek penting yang perlu dipertimbangkan:

Penentuan Prioritas: Ideologi politik mempengaruhi penentuan prioritas dalam kebijakan sosial. Misalnya, pemerintah yang menganut ideologi sosialis mungkin akan lebih fokus pada kebijakan redistribusi kekayaan dan perlindungan sosial. Sementara itu, ideologi yang lebih konservatif mungkin lebih menekankan pada nilai-nilai tradisional dalam kebijakan sosial.

Aksesibilitas Layanan Sosial: Ideologi politik juga memengaruhi tingkat aksesibilitas masyarakat terhadap layanan sosial. Pemerintah yang berkomitmen pada prinsip-prinsip inklusi sosial mungkin lebih cenderung untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat memiliki akses yang sama terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.

Pengaruh Pemangku Kepentingan: Ideologi politik dapat memengaruhi hubungan antara pemerintah, sektor swasta, dan LSM dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan sosial. Pemerintah yang berideologi kiri mungkin lebih terbuka terhadap partisipasi masyarakat sipil dan berbagai pemangku kepentingan dalam proses kebijakan, sementara ideologi yang lebih konservatif mungkin cenderung memiliki peran yang lebih besar.

Pengaruh Globalisasi: Dalam era globalisasi, ideologi politik juga dapat memengaruhi hubungan Indonesia dengan komunitas internasional dan dampaknya pada kebijakan sosial. Pemerintah yang berideologi pro-globalisasi mungkin akan lebih terbuka terhadap program-program internasional yang mendukung pembangunan sosial, sementara pemerintah yang lebih proteksionis mungkin cenderung lebih selektif.

Penting untuk diingat bahwa ideologi politik dapat berubah seiring waktu, tergantung pada pemilihan umum dan dinamika politik. Oleh karena itu, kebijakan sosial di Indonesia dapat mengalami perubahan sesuai dengan pergeseran ideologi politik yang mempengaruhi pemerintahan.

*Opini ditulis oleh Edwin Nursalam, sebagai resensi dari materi yang disampaikan oleh Dr. Taufiqurrahman dalam forum LK III Badko HMI Jabar 2023. 

PENTINGNYA PENEGAKAN HUKUM, HAK ASASI MANUSIA, DAN PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN LOKAL-NASIONAL

 

RISDEM, Bandung - Pentingnya penegakan hukum, hak asasi manusia, dan prinsip-prinsip demokrasi dalam konteks budaya pembangunan nasional adalah fondasi penting yang membentuk masyarakat hukum dan berkeadilan. Ini juga sangat relevan dalam konteks notaris, yang berperan dalam mengamankan dan memfasilitasi transaksi hukum yang sah. Berikut beberapa aspek penting:

Penegakan Hukum: Penegakan hukum yang kuat adalah prasyarat untuk kepastian hukum. Notaris berperan dalam mengamankan transaksi hukum yang sah. Tanpa penegakan hukum yang efektif, transaksi tersebut dapat terancam oleh ketidakpastian dan potensi pelanggaran kontrak.

Hak Asasi Manusia: Hak asasi manusia yang dihormati adalah prinsip utama demokrasi dan hukum. Notaris harus memastikan bahwa transaksi yang mereka fasilitasi sesuai dengan hak-hak individu yang dijamin oleh hukum, dan tidak melanggar hak asasi manusia.

Prinsip-Prinsip Demokrasi: Demokrasi menciptakan kerangka kerja yang memungkinkan partisipasi warga dalam proses pembuatan keputusan. Demokrasi juga menempatkan kekuasaan dalam tangan masyarakat melalui pemilihan umum. Notaris, sebagai bagian dari sistem hukum, harus bekerja dalam kerangka kerja demokratis dan melibatkan prinsip-prinsip partisipasi yang adil.

Pembangunan Nasional: Penegakan hukum yang kuat, hak asasi manusia yang dihormati, dan prinsip-prinsip demokrasi merupakan pilar-pilar bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan. Transaksi hukum yang sah dan adil adalah landasan bagi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan masyarakat.

*Opini ditulis oleh Edwin Nursalam, sebagai resensi dari materi yang disampaikan oleh H. I. Irfan Ibrahim, SH., M.Kn. dalam forum LK III Badko HMI Jabar 2023.


PERSPEKTIF EKONOMI RUMAH TANGGA DALAM MENJAWAB KESEJAHTERAAN UMUM

RISDEM, Bandung - Ekonomi keluarga diyakini banyak orang turut mendukung tercapainya keharmonisan rumah tangga. Untuk mencapai kondisi ekonomi yang memadai, maka suatu rumah tangga harus memiliki pendapatan yang diperoleh melalui ikhtiar usaha menjemput rizki dari Allah SWT. Menjemput rizki di sini, berupa kegiatan yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mendapatkan penghasilan dalam bentuk uang, barang, dan jasa.

Ekonomi adalah istilah tentang kegiatan mengatur urusan harta kekayaan, baik yang menyangkut kegiatan dalam memperbanyak jumlah kekayaan dan pengadaanya, ataupun yang berhubungan dengan cara menyalurkan atau membelanjakannya. Maka yang dimaksud dengan ekonomi keluarga muslim adalah, kegiatan mengatur urusan harta kekayaan, baik yang menyangkut kegiatan memperbanyak jumlah kekayaan dan penyalurannya, yang dilakukan oleh anggota keluarga yang meliputi orang tua dan anak-anak yang diikat oleh norma-norma dengan mengharapkan ridha Allah SWT di dunia dan akhirat.

Keseimbangan antara uang masuk dan uang keluar dalam suatu keluarga muslim, merupakan dasar bagi perekonomian rumah tangga tersebut. Keseimbangan ini dapat terlihat pada kondisi keuangan antara jumlah pendapatan dan jumlah pengeluaran. Sebaiknya, setiap keluarga memiliki catatan daftar keuangan atau disebut neraca yang merupakan rencana dan dapat dijadikan patokan bagi keluarga dalam hal pemasukan dan pengeluaran. Daftar tersebut sangat berperan ketika dalam keluarga terjadi persoalan perselisihan dalam keuangan rumah tangga, sekaligus dapat dijadikan sebagai sarana dalam merancang masa depan.

Adapun manfaat dari catatan daftar keuangan ini adalah:

1. Membantu para ibu rumah tangga dalam memperkirakan pemasukan dan pengeluaran pada masa tertentu, sehingga nantinya dapat segera mengetahui atau memperkirakan dana lebih atau dana kurang.

2. Pemecahan dalam menghadapi kesulitan yang terjadi pada neraca sedini mungkin.

3. Neraca keuangan membantu ibu rumah tangga dalam mengkaji jalan atau langkah pemecahan perputaran atau pengembangan dana lebih yang ada pada neraca tersebut.

4. Neraca keuangan membantu terjadinya musyawarah di antara anggota keluarga untuk hal yang berkaitan dengan pendapatan dan pengeluaran, serta peranan mereka dalam mengarahkan pengeluaran dan menambahkan pendapatan, sehingga terwujud kerjasama di antara anggota keluarga.

5. Membantu sebuah rumah tangga muslim dalam penghitungan jumlah pemasukan dan pengeluaran setiap anggota rumah tangga. Dengan neraca itu pula dapat diketahui anggota rumah tangga yang boros, kikir, atau yang sederhana dan wajar.

Suatu rumah tangga, tidak akan terbentuk tanpa adanya pernikahan yang sah. Rumah tangga muslim adalah rumah tangga yang didasari oleh pernikahan yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Tujuan rumah tangga muslim adalah untuk mencapai rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah, sehingga semua anggota keluarga merasa aman, tenteram, dan penuh dengan kasih sayang. Dengan tujuan tersebut, diharapkan di dalam keluarga muslim akan tercipta keharmonisan rumah tangga yang diridhai Allah SWT. Adapun beberapa hal yang mendukung tercapainya keharmonisan rumah tangga muslim di antaranya adalah kondisi ekonomi keluarga yang dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga.

*Opini ditulis oleh Edwin Nursalam, sebagai resensi dari materi yang disampaikan oleh Cut Ema Mutia Ratna Dewi, SH., MH. (Majelis Nasional Forhati) dalam forum LK III Badko HMI Jabar 2023 

RESENSI MATERI SDGs DARI KEMAL YUDA PRAKARA LK III BADKO HMI JABAR 2023

RISDEM, Bandung - Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan sebuah agenda internasional yang akan menjadi kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGs) atau Tujuan Pembangunan Milenium.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ini disusun oleh 194 negara, civil society, dan berbagai pelaku ekonomi dari berbagai belahan dunia yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Agenda ini dibuat untuk menjawab tuntutan kepemimpinan dunia dalam mengatasi kesenjangan sosial dan kemiskinan serta perubahan iklim yang terjadi di dunia.

Berikut ini merupakan penjelasan lengkap terkait beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs yang dirangkum.

Tujuan 1

Tanpa kemiskinan (No Poverty). Hingga kini, kemiskinan masih menjadi permasalahan utama di berbagai belahan dunia. Agar dapat mensejahterakan penduduk dunia, maka penuntasan kemiskinan menjadi salah satu agenda utama dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Tujuan 2

Tanpa kelaparan (Zero Hunger). Selain kemiskinan, masalah kelaparan atau kurang pangan juga masih menghantui berbagai tempat di belahan dunia. Maka dari itu, menggalakkan pertanian dan ketahanan pangan menjadi agenda utama dalam mencapai tujuan perbaikan nutrisi.

Tujuan 3

Kehidupan sehat dan sejahtera (Good Health and Well-Being). Isu kesehatan juga menjadi perhatian utama dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Maka dari itu, kini tengah digalakkan gaya hidup sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia.

Tujuan 4

Pendidikan berkualitas (Quality Education). Memastikan agar pendidikan berkualitas bisa di akses oleh semua orang. Hal ini lantaran pendidikan punya peranan yang sangat penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Tujuan 5

Kesetaraan gender (Gender Equality). Meski sedang terjadi perkembangan kesetaraan gender yang masif belakangan ini, namun diskriminasi terhadap gender terutama perempuan masih menjadi permasalahan di berbagai negara. Dengan memperjuangkan kesetaraan gender dapat memperkuat kemampuan negara untuk berkembang pesat, memerintah dengan efektif, dan mengentaskan kemiskinan.

Tujuan 6

Air bersih dan sanitasi layak (Clean Water and Sanitation). Bank Dunia pada tahun 2014 merilis data bahwa masih ada 780 juta orang yang tidak punya akses air bersih di dunia ini dan lebih dari 2 miliar penduduk bumi tak punya akses sanitasi. Hal ini mengakibatkan kerugian materi hingga 7 persen dari PDB dunia akibat banyak nyawa melayang setiap harinya. Maka dari itu, menjamin akses atas air bersih dan sanitasi untuk semua merupakan hal yang penting dalam rangka peningkatan kualitas hidup manusia.

Tujuan 7

Energi bersih dan terjangkau (Affdorable and Clean Energy). Di dunia ini masih banyak daerah yang terisolasi dan belum memiliki listrik, padahal hal tersebut penting untuk meningkatkan kegiatan ekonomi.

Kesimpulan dari beberapa point di atas adalah. Pada 2030 mengandalkan inisiatif yang sudah ada, untuk mengembangkan pengukuran atas kemajuan pembangunan berkelanjutan yang melengkapi Produk Domestik Bruto, dan mendukung pengembangan kapasitas statistik di negara berkembang.

*Opini ditulis oleh Edwin Nursalam, segala bentuk konsekuensi dari tulisan menjadi tanggung jawab penulis.


NAVIGASI ANAK MUDA DAN TAHUN POLITIK

 

RISDEM, Bandung - Pandangan dalam dunia politik dapat mencerminkan pandangan bahwa politik dapat menjadi seperti perumpaan yang kompleks, dimana pemuda harus memahami dan menafsirkan isu-isu politik, pesan kampanye dan tindakan para pemimpin politik secara bijaksana untuk mengambil keputusan yang tepat dan berpartisipasi dalam pemilu dengan informasi yang akurat. Perumpaan politik dapat diperumakan seperti kehidupan sehari-hari. Politik juga dapat menjadi kompleks dan sering kali tidak sepenuhnya jelas. indakan dan pernyataan politik dapat memiliki makna dan tujuan yang beragam, dan generasi muda harus mampu "membaca" untuk memahami implikasi dan konsekuensi dari kebijakan dan tindakan politik.

Kaum muda menghadapi tugas sulit dalam menavigasi medan politik yang sering kali dipenuhi dengan retorika, berita palsu, dan strategi politik yang rumit. Mereka harus memahami isu-isu politik, membedakan antara fakta dan opini, dan secara kritis mengevaluasi argumen dan pernyataan politik.

Penekanan pada "tahun politik" mencerminkan fakta bahwa terdapat periode-periode tertentu dalam siklus politik ketika pemilu dan peristiwa politik penting terjadi. Ini adalah saat yang kritis bagi kaum muda untuk terlibat dan memberikan pengaruh pada masa depan mereka dengan menggunakan hak pilih mereka. Penjelasan ini juga menekankan pentingnya pendidikan politik bagi generasi muda. Mereka perlu belajar tentang sistem politik, peran mereka di dalamnya, dan isu-isu penting yang mempengaruhi masyarakat mereka.

Menavigasi politik juga berarti memperhatikan informasi yang diterima. Generasi muda harus belajar cara memverifikasi sumber informasi, mengenali berita palsu dan menemukan informasi yang akurat yang dapat dipercaya. Hal ini mendorong generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam proses politik, baik melalui pemungutan suara, kampanye, atau aktivisme.

Perumpaaan politik; Navigasi anak muda dalam tahun politik menggambarkan kompleksitas dan tantangan yang dihadapi anak muda dalam menghadapi politik dan menekankan pentingnya pemahaman, pendidikam dan partisipasi aktif mereka dalam proses politik.

Undang-undang pemilu di banyak negara menentukan usia minimum yang diwajibkan untuk memilih. Kaum muda harus memahami dan menghormati persyaratan usia ini untuk memilih dalam pemilu. Undang-undang pemilu juga mengatur prosedur pendaftaran pemilih, yang dapat mempengaruhi kemampuan generasi muda untuk mendaftar dan memilih. Mereka harus memahami ketentuan pendaftaran dan tenggat waktu pendaftaran.

Undang-undang pemilu dapat mengatur bagaimana kampanye politik dilakukan, termasuk aturan mengenai iklan pemilu, pendanaan kampanye, dan pendanaan politik. Undang-undang yang melindungi kebebasan berpendapat dan hak untuk melakukan protes juga dapat mempengaruhi cara generasi muda mengekspresikan pandangan politik mereka selama tahun politik. Pendanaan kampanye politik dapat mempengaruhi cara generasi muda mendukung kandidat atau isu yang mereka dukung.

*Opini ditulis oleh Edwin Nursalam, resensi dari pemaparan Prof. Popy Rufaidah, Ph.D. dalam forum LK III Badko HMI Jawa Barat.


IMAN DALAM TINDAKAN (RESENSI MATERI LK III BADKO HMI JABAR)


RISDEM, Bandung - Arti iman yang sesungguhnya adalah konsep dengan makna mendalam dalam Islam dan agama lainnya.

Iman dalam konteks Islam mengacu pada keyakinan, kepercayaan, dan pengabdian seseorang kepada Allah SWT dan ajaran-ajaran-Nyad. Hal itu sebagaimana yang diungkapkan dalam Al-Qur'an dan hadis.

Tak hanya sekadar keyakinan, tetapi Iman juga mengandung dimensi spiritual, moral, dan etis yang dalam. Artikel ini akan membahas pengertian iman menurut Islam beserta pengaruhnya terhadap perilaku dan tindakan umat Muslim.

Bagaimana Jika Seseorang Hidup Tanpa Iman?

1. Ketidakstabilan Emosional

Lebih dari itu, iman dalam agama Islam juga berperan dalam mengatasi tantangan dan ujian kehidupan. Ketika seseorang hidup tanpa iman, ketidakstabilan emosional seringkali menjadi masalah.

Tidak adanya keyakinan akan keadilan ilahi dan rencana-Nya dalam menjalani kehidupan dapat menyebabkan kecemasan, ketakutan, dan depresi. Seseorang mungkin merasa kesulitan dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan.

2. Kehilangan Nilai Moral

Dalam banyak kasus, Iman dalam Agama Islam membimbing individu untuk menjalani kehidupan dengan nilai-nilai moral yang kokoh. Tanpa iman, seseorang mungkin kehilangan pegangan moral yang benar sesuai dengan syariat Islam.

Tindakan egois dan perbuatan yang merugikan orang lain dapat menjadi lebih sering terjadi. Adanya iman mengajarkan tentang pentingnya kasih sayang, belas kasih, dan keadilan dalam berinteraksi dengan sesama manusia.

3. Keterbatasan Perspektif Hidup

Dalam Agama Islam, iman mampu membuka wawasan tentang kehidupan dunia dan akhirat. Tanpa iman, pandangan hidup mungkin terbatas pada kesenangan duniawi semata. Seseorang mungkin terjebak dalam keinginan materialistik dan hedonistik.

Dirinya akan sering bertindak tanpa mempertimbangkan dampaknya pada diri sendiri dan orang lain. Dengan iman, perspektif hidup menjadi lebih luas dan menyeluruh, menyadarkan bahwa hidup ini adalah ujian untuk bekal kehidupan di akhirat.

Jadi Arti iman yang sesungguhnya adalah konsep yang mendalam dan melibatkan keyakinan, tindakan, moralitas, serta dimensi spiritual. Dalam Islam, iman merupakan pondasi dari kehidupan seorang Muslim dan memengaruhi aspek kehidupan sehari-hari.

*Opini ditulis oleh Edwin Nursalam, resensi dari pemaparan Prof. Dr. Yeni Huriani, M.Hum. dalam forum LK III Badko HMI Jawa Barat 2023. 

IMAN MENUJU MASYARAKAT ADIL DAN DEMOKRATIS, SEBUAH RESENSI MATERI YENI HURIANI

 

RISDEM, Bandung - Pendefinisian tentang Iman adalah percaya dengan sepenuh hati, diucapkan dengan lisan dan dilakukan dengan amal perbuatan. Demikianlah pemateri memaparkan konsep keimanan.

Dalam menukil proses iman yang menghasilkan tranformasi nilai, tentunya sikap seorang muslim harus senantiasa sesuai dengan ucapan dan tindakannya.

Berkaitan dengan adil, iman merupakan pondasi dasar dalam berlaku adil. Iman merupakan keyakinan dalam ajaran teologis Islam dan menjadi landasan agar muslim dapat berbuat adil. Namun seruan untuk berbuat adil bukan saja bagi orang mukmin semata. Lebih dari itu, keadilan diserukan kepada seluruh manusia di bumi.

Tanpa kehadiran iman dalam jiwa, kemungkinan untuk berbuat adil sangatlah sulit. Karenanya, sebagai muslim sangat penting untuk berangkat dari keimanan menuju keadilan. Adil karena iman, dan dengan keimanan dalam Islam kemudian mewujudkan keadilan sosial.

Karena itu, keimanan tiada lain merupakan respon personal terhadap segala titah Allah lewat wahyu-Nya. Keimanan tidak saja berhenti pada ranah privat dan esoterisme jiwa, namun lebih jauh dari itu. Ia harus diejawantahkan dalam interaksi sosial dengan menyentuh segala dimensi kehidupan.

Demikian pemateri memaparkan tentang konsep keimanan dalam mewujudkan masyarakat adil & makmur.

*Opini ditulis oleh Ahmad Zaki Mubarok, resensi dari pemaparan Prof. Dr. Yeni Huriani, M.Hum. dalam forum LK III Badko HMI Jawa Barat 2023.

RESENSI UNIVERSALITAS NILAI-NILAI ISLAM, MATERI CAK ANAS BADKO HMI JABAR 2023

RISDEM, Bandung - Anas urbaningrum kembali aktif dalam dunia pergerakan mahasiswa, kali ini, Cak Anas, sapaan akrab, menyampaikan materi tentang universalitas nilai-nilai Islam pada latihan kader (LK) III Badko HMI Jabar (9/10/203).

Cak Anas menjelaskan korelasi antara materi yang dibawa dengan biografi Nurcholis Madjid (Cak Nur).

Sebagai tokoh pemikir Islam kontemporer Cak Nur paham Umat Islam Indonesia memerlukan tafsir baru terhadap falsafah Pancasila yang Islami (syar’i). Ia kemudian menawarkan apa yang menurutnya nilai universal Islam sebagai pegangan praktik-praktik hubungan sosial antar-umat Islam, dan antar-Umat Islam dengan lainnya di Indonesia.

Bagi Cak Nur nilai universal suatu agama memiliki kekuatan efektif mengembangkan sikap saling menghargai antar-sesama anggota masyarakat (Madjid, 1986). Sumber ide universal Islam terletak pada arti kata Islam itu sendiri, yakni sikap pasrah kepada Tuhan Sang Maha Pencipta.

Pernyataan al Quran ini dapat dipahami kenapa Ibrahim, bapak monoteisme dan “first patriarch”, disebut dalam Al Quran sebagai seorang yang tidak terikat kepada suatu bentuk “organized religion” (agama formal yang ada sekarang), melainkan seorang pencari kebenaran yang tulus (hanif), dan seorang yang berhasrat untuk pasrah (seorang muslim, dalam arti generik kata-kata Arab itu) kepada Kebenaran, yaitu Tuhan.

Maka dari itu idealnya, seorang Muslim adalah juga seorang yang muslim (bersikap al islam.). Tanpa sikap ini, keyakinan beragama seorang manusia tidak dapat dibenarkan, apalagi memiliki kesejatian. Dengan demikian sikap tunduk (din/agama) yang benar dari semua manusia adalah bersikap pasrah (al Islam) kepada Allah dan bentuk nilai universal Islam itu sendiri serta bentuk jalan keselamatan umat manusia.

* Opini ditulis oleh Robi Sanana.

**Segala isi tulisan ditanggung oleh penulis. 

PERTAJAM DIPLOMASI HMI, WIDYA SETIABUDI ISI FORUM LK III BADKO HMI JABAR


RISDEM, Bandung - Diplomasi secara sederhana merupakan penyelenggaraan hubungan resmi antara satu negara dan negara lain. Arti lain diplomasi adakah urusan kepentingan sebuah negara dengan perantara wakil-wakil di negeri lain.

Diplomasi juga bisa diartikan sebagai pengetahuan dan kecakapan dalam hal perhubungan antara negara dan negara. Kata diplomasi biasanya berkaitan dengan urusan budaya, ekonomi, dan perdagangan internasional.

Sementara, mengutip diktat Teori dan Praktik Diplomasi oleh Asep Setiawan, diplomasi adalah seni dan praktek negosiasi oleh seseorang yang biasanya mewakili sebuah organisasi atau negara. Diplomasi sangat dipengaruhi hubungan antar negara dan dampak yang diperoleh di tataran dunia internasional.

Diplomasi menjadi salah satu bagian yang penting dalam kehidupan negara dan menjadi sarana utama untuk menangani masalah internasional. Diplomasi yang merupakan proses politik terutama dimaksudkan untuk memelihara kebijakan luar negeri dan memengaruhi keputusan negara lain.

Selain yang telah disebutkan, berikut pengertian lain diplomasi

Diplomasi adalah tindakan pejabat pemerintah untuk mengadakan:

perundingan-perundingan dan hubungan lainnya antara negara-negara

seni atau pengetahuan untuk melakukan perundingan-perundingan tersebut

kepandaian untuk mengatur atau melakukan perundingan dan menghadapi banyak orang (Random House Dictionary).

Diplomasi merupakan setiap cara yang diambil untuk mengadakan dan membina hubungan, berkomunikasi satu sama lain, melaksanakan transaksi politik maupun hukum melalui wakil-wakilnya yang mendapat otorisasi (Ian Brownlie).

Diplomasi adalah semua hal terkait pengelolaan dari hubungan internasional, termasuk hubungan negara-negara dengan pelaku-pelaku lainnya (RP Barston).

Tujuan Diplomasi

Seorang diplomat kawakan India Kuno, Kautilya mengatakan bahwa tujuan utama diplomasi adalah untuk pengamanan kepentingan negara sendiri. Sementara, tujuan vital lainnya yaitu

1. Memajukan ekonomi

2. Perdagangan dan kepentingan komersil

3. Perlindungan warga negara di negara lain

4. Peningkatan prestise nasional

5. Memperoleh persahabatan dari negara lain.

Sementara tujuan politik dari diplomasi bagi setiap negara yaitu pengamanan kebebasan politik dan integritas teritorialnya. Hal ini dapat dicapai dengan berbagai cara, yaitu:

1. Memelihara hubungan erat dengan negara-negara sehaluan

2. Menetralisir negara yang memusuhi

3. Memperkuat hubungan dengan negara sahabat

4. Melakukan negosiasi

Prinsip Diplomasi

Mengutip repository Unikom, terdapat prinsip-prinsip yang digunakan dalam diplomasi klasik dan juga modern. Ada empat prinsip yang dipakai dalam mencapai diplomatik klasik, yaitu:

1. Negosiasi, dalam hal luas, negosiasi juga memperhitungkan laba dan rugi

2. Konsesi, memberi hadiah-hadiah, seperti upeti dan lain sebagainya

3. Menciptakan perselisihan, yaitu dalam hal yang positif.

4. Ancaman atau jebakan, artinya ancaman untuk menggunakan real power.

Contoh Diplomasi

Agar lebih paham, ketahui juga bagaimana contoh dari diplomasi. Berikut praktik dari negosiasi yang dilakukan oleh pahlawan kemerdekaan.

1. Perundingan dengan Letjen Christison

Perundingan dilakukan oleh Soekarno dengan Letjen Christison, pemimpin pasukan sekutu Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) yang saat itu mendarat di Indonesia. Menurut buku Selangkah Lebih dekat dengan Soekarno oleh Adji Nugroho, hubungan diplomasi ini membuat Christison mengakui kedaulatan Indonesia secara de facto.

Itulah penjelasan mengenai diplomasi mulai dari definisi, tujuan, prinsip hingga contohnya, semoga hasil tulisan ini bisa membantu wawasan kita.

*opini ditulis oleh: Edwin Nursalam

** penulis opini bertanggung jawab penuh atas isi tulisan.